cara membuat dashboard yang baik

Cara Membuat Dashboard Yang Baik

Sesuai dengan definisi yang telah dibahas di artikel Perbedaan Dashboard dan Report, dashboard harus memiliki pre-defined conclusion. Dashboard harus bisa membawa pembaca pada kesimpulan tertentu sesuai dengan maksud pembuatannya. Oleh karena itu, proses persiapan menjadi sangat krusial. Dalam artikel berikut, ini akan dibahas apa saja persiapannya, dan prinsip-prinsip apa yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah dashboard.

Misalnya anda mendapat tugas membuat sebuah dashboard tentang penjualan dari atasan, apa yang akan anda lakukan pertama kali? Apakah anda akan langsung membuatnya sesuai dengan apa yang terlintas dipikiran? Browsing di Google mencari format yang tampak paling meyakinkan? Menanyakan lebih detil tentang dashboard yang dibutuhkan atasan anda, kemudian membuat desain, dan melakukan konfirmasi desain tersebut? Tentu saja jawaban yang terakhir yang lebih tepat. Dashboard sebaiknya dibangun dengan pendekatan yang sistematis agar proses pembuatan dashboard lebih singkat, sesuai dengan tujuan pemesannya, dan mempunya nilai manfaat yang tinggi.

Berikut adalah garis besar langkah-langkah persiapan yang harus dilakukan:

  1. Menetapkan siapa audiense dan tujuan pembuatan dashboard. Mintalah informasi dari pemohon dashboard tersebut tentang tujuan dan mengapa dashboard tersebut dibuat. Kemudian siapa saja yang akan menggunakan dashboard tersebut. Bahkan jika perlu, minta informasi jataban/level dan departemennya.
  2. Gambarkan ukuran yang akan ditampilkan dalam dashboard. Dashboard biasanya dibuat berdasarkan satu set pengukuran atau KPI (key performance indicator) tertentu. Ukuran-ukuran yang dipilih dalam dashboard tentunya harus mendukung tujuan pembuatan dashboard (point ke-1). Mintalah pemohon untuk menuliskannya dalam kalimat yang lebih spesifik dan deskriptif, misalnya: “Tampilkan trend penjualan produk A untuk 2 tahun terakhir” atau “Buat daftar Sales Representative terbaik kita di tahun kemarin untuk region Jawa Barat, dan bandingkan dengan tahun sebelumnya“.
  3. Buatlah daftar data yang dibutuhkan. Lengkapi informasi data ini dengan kontak yang memiliki dan memeliharanya. Siapa yang memiliki otorisasi agar Anda bisa mendapatkannya? Sekaligus cek seberapa detail yang ada, dan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan? Seberapa sering di refresh? Apakah membutuhkan proses tambahan, misalnya import dan konversi?
  4. Tentukan dimensi dan filter. Dimensi adalah pembuatan kategori dalam mengorganisasi data. Sedangkan filter adalah mekanisme untuk memperkecil cakupan.
  5. Buatlah sebuah mockup sebelum dashboard dibuat. Mockup adalah pratinjau dari sebuah konsep design (maket, contoh barang). Dengan mockup, kita bisa melakukan beberapa penyesuaian dan konfirmasi dengan pemesan sebelum dashboard benar-benar dibuat.
  6. Lakukan konfirmasi dengan pemohon.

Setelah melakukan persiapan seperti langkah-langkah di atas, berikutnya anda dapat mulai membuat dashboard. Berikut adalah contoh mockup untuk sebuah Sales Dashboard.

mockup-dashboard-contoh

Contoh Mockup Dashboard Sales

 

Berikut adalah poin-poin yang harus anda perhatikan untuk membuat dashboard yang baik:

  1. Sederhana. Semakin sederhana semakin baik. Menggunakan banyak komponen dan rumit dapat mengganggu fokus pembaca dan melemahkan informasi yang penting.
  2. Hanya menampilkan data yang perlu. Jangan buat dashboard anda menjadi database. Buang informasi yang bersifat nice-to-know.
  3. Hindari desain yang ramai dan penuh dekorasi. Fungsi dan tujuan adalah nomor satu. Kurangi pemakaian elemen border, warna background, efek-efek visual (gradien, pola, bayangan), dan penambahan clip-art yang tidak mendukung maksud dan tujuan dashboard tersebut.
  4. Format angka secara efektif. Misalnya pasang penanda untuk nilai ribuan dan konversi jumlah nol yang banyak menjadi angka dengan dengan format K (ribuan) atau M (jutaan). Anda bisa menghilangkan desimal jika nilainya dianggap tidak signifikan.
  5. Memanfaatkan warna dan layout secara efektif. Misalnya, hijau untuk target yang tercapai dan merah untuk tidak tercapai. Adapun untuk layout, semakin penting sebuah informasi, letakan lebih atas di bagian sebelah kiri. Semakin tidak penting, letakan semakin ke bawah dan semakin ke kanan.
  6. Gunakan judul dan label yang deskriptif dan jelas, atau gunakan istilah yang familiar dengan pemakai dashbaord.

Itulah langkah-langkah persiapan yang harus dilakukan dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan agar anda dapat membuat dashboard yang baik.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.