Menggunakan Fungsi Present Value PV

Menggunakan Fungsi Present Value PV

Investor menggunakan konsep present value (PV) untuk mengetahui “time value of money”. Sebagai contoh, jika seorang investor menginveskan Rp1.000.000 sekarang dengan 10% bunga per tahun, dan dibiarkan sampai 10 tahun, dia akan menerima sekitar Rp2.593.740. Artinya, present value dari Rp2.593.740 adalah Rp1.000.000.

Berikut Adalah Contoh Pemakaian Fungsi PV pada Microsoft Excel.

Misalnya anda mendapat tawaran investasi untuk mendapatkan pembayaran sebesar 1.000.000 setiap tahun dalam 10 tahun kedepan, jika anda membayar sekarang sebesar 6.000.000. Dengan suku bunga bank 12%, apakah anda lebih baik menyimpan uang tersebut di Bank atau mengambil tawaran tersebut?

Jika hanya menghitung total arus kas, maka total arus masuk adalah 10 x 1.000.000 = 10.000.000, tentu saja dibanding 6.000.000 kelihatan lebih menguntungkan.

Mari kita coba hitung dengan fungsi PV. Cell C3 berisi Rate 12%, cell C4 adalah periode 10 kali, C5 kita mendapat pembayaran tetap 1.000.000 (selama 10 periode, sesuai dengan C4), Future Value 0 artinya nilai investasi kita di masa depan adalah 0 (habis), dan Tipe 0. Hasilnya adalah 5.650.223. Artinya 6.000.000 sedikit terlalu banyak.

Anda dapat mencoba untuk memasukan nilai Rate yang lain untuk melihat efeknya terhadap setoran investasi.

Menggunakan Fungsi Present Value PV

Present Value dengan Lumpsum

Dalam kasus lain, bisa saja tawaran investasi yang anda dapatkan berupa arus kas rutin, dan pada periode terakhir ada pengembalian dalam jumlah tertentu yang cukup besar.

Misalnya ada tawaran investasi 50.000.000, kemudian anda akan dibayar 200.000 setiap bulannya selama 5 tahun, dan anda dibayar 60.000.000 pada tahun kelima. Misalnya bunga bank saat ini adalah 12%, apakah akan anda ambil?

Berikut adalah contoh bagaimana menghitungnya dengan menggunakan fungsi PV

Leave a Reply

Close Menu