Operator dalam Rumus Ms Excel

Operator dalam Rumus Ms Excel

Seperti yang telah dibahas pada tutorial sebelumnya, salahsatu komponen dalam formula/rumus excel adalah operator. Operator adalah symbol yang menunjukan jenis operasi, seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, dan seterusnya. Sedangkan yang menjadi obyek operator (angka yang di jumlah, dibagi, dikali, dan seterusnya ) disebut operand.

Sebagai contoh, misalnya kita membuat rumus seperti berikut:

= 25 * 4

maka tanda * disebut operator (perkalian), sedangkan angka 25 dan 4 disebut operand.
Ada juga jenis operator lain yang dipakai untuk membandingkan dua buah operand dimana outputnya adalah TRUE/FALSE. Operator jenis ini disebut operator logika.

Berikut adalah daftar operator yang biasa dilibatkan pada pada rumus Ms Excel

Daftar Operator pada Rumus Ms Excel

Simbol Keterangan
+ Simbol tambah, dipakai untuk menjumlahkan numerik (operator penjumlahan)
Simbol kurang, dipakai untuk mengurangi numerik (operator pengurangan)
/ Simbol garis-miring, dipakai untuk membagi numerik (operator pembagian)
* Simbol bintang, dipakai untuk melakukan perkalian numerik (operator perkalian)
% Simbol persen (operator persen). Dengan menambahkan % setelah menuliskan angka numeric, maka Ms Excel akan membagi seluruh angka dengan 100, kemudian menambahkan tanda % dibelakangnya.
& Simbol yang dipakai untuk menggabungkan 2 atau lebih nilai yang berupa teks. Contoh: =”Total “&A5
^ Simbol Carat, dipakai untuk melakukan operasi pangkat.

Contoh: =2^3 (artinya 2 pangkat 3, menghasilkan angka delapan)

= Simbol sama-dengan, digunakan untuk mengawali sebuah formula/rumus di Excel, atau untuk  mengetes apakah sebuah nilai sama dengan nilai yang lain
Simbol lebih besar, digunakan untuk mengetes apakah sebuah nilai lebih besar dengan nilai yang lain
Simbol lebih kecil, digunakan untuk mengetes apakah sebuah nilai lebih kecil dengan nilai yang lain
>= Simbil lebih besar atau sama dengan, digunakan untuk mengetes apakah sebuah nilai lebih besar atau sama dengan nilai yang lain
<= Simbol lebih kecil atau sama dengan, digunakan untuk mengetes apakah sebuah nilai lebih kecil atau sama dengan nilai yang lain
<> Simbol lebih kecil-lebih besar (digabung), digunakan untuk mengetes apakah sebuah nilai tidak sama dengan nilai lain

 

 

Presedence Operator

Ketika kita membuat rumus, kita perlu memperhatikan preseden-nya. Preseden adalah bagaimana Excel menentukan bagian mana yang dikerjakan lebih dulu. Misalnya kita memiliki rumus seperti dibawah ini

= 5 + 2 * 3

Jika dikerjakan secara berurutan, maka operasi 5+2 dikerjakan lebih dulu, menghasilkan 7. Kemudian dikali 3, sehingga hasil akhirnya menjadi 21.

Tetapi Ms Excel memiliki preseden dimana operator * dikerjakan lebih dulu dari +. Sehingga yang terjadi adalah 2 * 3 yang menghasilkan 6, kemudian ditambah 5, sehingga menghasilkan 11.

Berikut adalah preseden dalam Ms Excel:

 Urutan Simbol Keterangan
1 () Simbol kurung
2 : Simbol Ranges
3 Spasi Simbol spasi, dipakai untuk interseksi
4 , Simbol koma
5 Simbol minus (negasi)
6 % Simbol persen
7 ^ Simbol pangkat
8 * , / Simbol kali dan bagi
9 +,- Simbol jumlah dan kurang
10 & Simbol &, dipakai untuk operasi pada teks
11 =,<>,<,>,<=,>= Simbol komparasi

 

Jadi, jika kita mengharapkan penjumlahan dikerjakan lebih dulu, maka rumusnya diganti menjadi:

= ( 5 + 2 ) * 3

karena simbol-kurung memiliki preseden yang lebih tinggi dari kali/bagi.

Untuk persamaan yang lebih komplek, kita dapat memanfaatkan symbol kurung secara “nested” (bersarang) dimana simbol kurung berada di dalam kurung yang lain.

= ( B 4 + B 5 + B 6 ) – ( 1 0% *   ( B 7 + B 8 + B 9 ) )

Leave a Reply

Close Menu